Dapur

Melatih Seni Bernegosiasi

Kata orang, menikah itu banyak manfaatnya. Makanya orang-orang menganjurkan seringnya setengah memaksa menikah. Salah satu manfaat menikah, menurutku adalah melatih seni bernegosiasi.

Aku dan suamiku membuat banyak kesepakatan sebelum kami menikah. Salah satunya adalah aku tidak mau masak dengan cabai dan penyedap rasa sedangkan suamiku tidak mau dihidangi ikan. Alasannya sama: nggak doyan.

Namun dalam perjalanannya, kami melakukan manuver-manuver saling mempengaruhi untuk mengubah kesepakatan yang ada. Suamiku mencoba mempengaruhiku untuk memasukkan penyedap rasa dan cabai pada masakanku. Awal-awal, aku teguh dengan pendirianku. Lama-lama, aku terbiasa juga memasak dengan cabai. Malah sekarang, kebanyakan masakanku aku campurin cabai.

Aku pun berusaha mempengaruhinya untuk mau makan ikan. Aku suka makan ikan. Bisa saja sih, masak ikan untuk diriku sendiri. Tapi kan capek. Masak rumah isinya 2 orang doank, aku harus masak 2 macam makanan? Awal-awal dia juga keukeuh tidak mau makan ikan. Namun aku kemudian tahu kalau dia gak mau makan ikan karena kerongkongannya pernah tertusuk duri. Oke deh, kita hilangkan duri dari ikannya. Jadi, nggak ada alasan lagi untuk g makan ikan kan? 🙂

Bekasi, Kamis 15 Maret 2018

(Ikan Tongkol disuwir yang kemudian jadi favorit Kak Allan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s