Perpus

Yang Tidak Kita Perhatikan dari Gambar Anak

Data Buku:
Judul: Gambar Anak dan Kisah-Kisahnya
Penulis: Della Naradika
Penerbit: Gorga
Tahun Terbit: 2019
Jumlah Halaman: vii + 70 hal
Dimensi: 13 x 19 cm

Buku Gambar Anak dan Kisah-kisahnya karya Della Naradika ini mengajakku untuk mengunjungi masa sekolahku, masa ketika menggambar menjadi hal yang menyebalkan dan pelajaran seni rupa memberikan tekanan yang lebih keras daripada matematika.

Jujur sih, saat kecil, aku tidak suka menggambar.Soalnya kakak sepupu yang tumbuh bareng aku gambarnya bagus banget. Orang-orang dan aku sendiri selalu membandingkan gambarku dengan miliknya. Akhirnya, aku selalu merasa gagal dalam menggambar. Pernah suatu kali, aku mendapat tugas seni rupa entah apa dan aku menggambar gupolo (arca raksasa penjaga pintu).

Yang namanya raksasa penjaga harusnya kan seram ya. Tapi sejak kecil, aku tidak nyaman dan cenderung menghindari sesuatu yang terkesan seram. Secara tidak sadar, gupolo yang aku gambar sama sekali tidak menyeramkan seperti patung-patung di candi. Gupolo yang aku gambar mukanya mirip kelinci dan terkesan cute. Jadilah aku mendapat nilai seadanya untuk pelajaran seni rupa.

Yang aku rasa, seni rupa bukanlah pelajaran yang bisa aku usahakan untuk mendapatkan nilai bagus dan mendukung nilai akademisku. Berbeda dengan soal fisika yang bisa dipelajari beberapa jam untuk aku bisa menguasai materinya dengan baik.

Di buku ini, Della menceritakan anak-anak yang mengalami hal yang serupa denganku dan membagikan pandangannya sebagai pendidik seni rupa. Della memberikan penjelasan disertai dengan contoh-contoh gambar milik anak muridnya.

Di buku ini juga, dijelaskan tentang kegiatan mewarnai. Menurutku sebagai orang dewasa, untuk anak-anak TK kegiatan mewarnai terlihat lebih simpel daripada menggambar. Aku baru sadar, bahwa kegiatan mewarnai ini berpotensi memberi dampak tidak baik bagi imajinasi anak. Dalam mewarnai, kreativitas anak dibatasi oleh garis-garis dalam gambar yang sudah disediakan.

Anak-anak seharusnya diberi kesempatan untuk lebih banyak menggambar supaya kreativitas mereka bisa terangsang dan berkembang. Setiap gambar anak mengandung cerita. Sayangnya, orang dewasa kebanyakan tidak bisa (atau malas) untuk menggali pesan-pesan yang tersirat di balik gambar anak dan malah mempersoalkan hal-hal yang bersifat teknis.

Padahal, goresan yang diciptakan dalam gambar anak-anak bisa menunjukkan seperti apa kondisi psikologis dan kecerdasan anak.

Bekasi, 20 Des 2020
Meita Eryanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s