Diary Abang Paket

Starterpack Kurir: Biar Nggak Salah Kostum Saat Hari Pertama Masuk Kerja

Saat hari pertama masuk kerja menjadi kurir, saya datang dengan memakai sepatu pantofel disemir mengkilap, kemeja merek Alisan garis-garis biru yang dimasukan ke dalam celana bahan berwarna hitam, dan pakai tas punggung yang isinya bekal makanan dari istri.

Sesampainya di sana saya langsung menyapa, “Assalamualaikum, Bang. Saya Allan …”. Tapi kalimat saya langsung dipotong oleh seorang kurir di sana, “Oh, mau nawarin remot TV ya, Mas?!”

(((Remot TV)))

Eh, eh, kok, remot tv, sih? Saya langsung nyadar suasana sekeliling. Saya langsung merasa salah kostum. Penampilan saya sungguh sangatlah berbeda. Alih-alih kehadiran saya dianggap sebagai karyawan baru oleh para kurir di sana, malah dianggap sales yang mau menawarkan produk.

Jadi begini, Bray. Bekerja sebagai kurir di hari pertama sudah pasti kita akan langsung terjun ke lapangan. Bersentuhan langsung dengan paket-paket. Kiranya kita memang nggak perlu berpenampilan rapi ala-ala karyawan baru. Biar kita nggak terlihat wagu, berikut tujuh starterpack menjadi kurir. 

#1 Jaket anti badai atau hoodie zipper

Secara resmi di setiap perusahaan ekspedisi, baik itu JNE, Tiki, Wahana, AnterAja, J&T, bahkan Pos Indonesia akan memberikan jaket anti badai dengan corak, warna, dan logo yang menjadi identitas atribut kurir mereka. Tapi kalau kamu anak baru, tentu saja atribut ini belum bisa langsung diberikan. Apalagi baru hari pertama masuk kerja.

Kita semua tahu fungsi utama jaket untuk melindungi sengatan matahari yang rasa panasnya bikin kita mau tobat. You know Bekasi so well, lah… Hawa panas di sini tuh, bawaanya pengen ke masjid, terus rebahan di lantai yang menyejukan hati, pikiran, jiwa, dan raga. Nah buta mengatasi itu, kalau bisa sih, pakai jaket yang bahannya tipis-tipis biar nggak berubah fungsi jadi microwave. Kalau saya suka pakai hoodie zipper.

Nah, maka dari itu kamu nggak perlu datang dengan memakai kemeja rapi yang dimasukan ke dalam celana. Cukup pakai kaos aja yang berfungsi menyerap keringat dan tentu saja berfungsi juga supaya kamu nggak telanjang. Atau kalau mau terkesan rapi saat pertama kali masuk kerja, bisa kok, pakai kaos polo. Oh iya, satu lagi, pakai celana panjang. Jangan koloran doang, yak~

#2 Motor matic lebih diunggulkan

Mungkin kamu bertanya-tanya, motor keluaran tahun berapa sih buat bisa jadi kurir? Yang pernah saya lihat di info lowongan kurir satu ekspedisi disebutkan sepeda motor tahun 2012 sebagai salah satu syaratnya. Setiap perusahaan ekspedisi punya ketentuan dan syarat masing-masing.

Sepeda motor memang syarat utama untuk menjadi seorang kurir pengirim paket. Perusahaan ekspedisi nggak menyediakan kendaraan operasional berupa sepeda motor ke para kurirnya seperti mereka menyediakan blind van atau mobil truk. Syarat ini harus kita penuhi untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Nah, tahun berapapun motor yang kamu punya selama itu surat-suratnya lengkap, layak jalan, dan tenagamu dibutuhkan, saya yakin pasti akan diterima bekerja sebagai kurir. Yang terpenting kamu dan motormu benar-benar dalam kondisi yang sehat walafiat.

Usahakan juga motormu dalam kondisi standar pabrik. Modifikasi boleh, asal sesuai fungsi. Misalnya memakai lampu projie biar tambah terang, holder HP, kaliper rem RCB, dan lainnya. Tapi kayaknya nggak perlu, deh, memodifikasi pakai ban cacing atau knalpot racing bising yang memekakkan telinga.

Meskipun tetap menggunakan asas “motor aing, kumaha aing”, ini semua demi motormu bisa diajak berpetualang keliling kampung menjalani tugas dalam kondisi hujan, panas, banjir, bahkan off road.

Oh iya, satu hal lagi. Kalau ada, sih, pakai motor matic biar memudahkan pekerjaanmu dalam membawa paket-paket. Kalau nggak ada matic, pakai motor Supra bapak atau Revo tenaga geledek juga bisa, kok. Yang penting bukan motor sport kayak R15, CBR, atau GSX. Lebih baik motor sport-mu itu disimpan aja buat sunmori. Jangan buat ngurir. 

#3 Pakai handphone Android bukan iOS

Buat kamu user iPhone tapi pengen kerja jadi kurir, sebaiknya simpan baik-baik ponsel Apple-mu. Handphone berbasis Android dengan minimal RAM 3GB adalah HP yang direkomendasikan untuk bekerja sebagai kurir. Soalnya aplikasi kurir yang dibuat oleh perusahaan ekspedisi biasanya cuma tersedia untuk Android aja. Belum ada buat iOS.

Selain itu kamu nggak perlu membeli handphone baru, pakai aja handphone yang ada meskipun LCD-nya udah retak. Yang terpenting aplikasi kurir bisa terinstal, Hp nggak nge-lag, punya kuota, punya pulsa, dan senjata kamu sudah cukup siap untuk digunakan.

Kamu nggak perlu minder perkara LCD handphone retak. Udah tenang, kamu nggak sendirian, kok. Bisa kamu pastikan sendiri, akan menemukan banyak teman-teman kurir lain yang layar LCD Hp-nya juga retak. Maklum, kita kerja di jalanan, jatuh akibat terpeleset adalah sebuah keniscayaan. Yang terpenting menghasilkan cuan.

#4 Helm biar selamat dari cegatan Isilop

Buat kamu yang menjadi kurir di area perkotaan helm harus dipakai. Selain untuk menjunjung tinggi keselamatan berkendara, juga biar selamat dari cegatan Isilop. Bahkan beberapa perusahan ekspedisi menerapkan helm sebagai salah satu atribut yang masuk dalam SOP (Standard Operating Procedure). 

Ya… You know, lah, kalau udah masuk SOP tuh, suka atau nggak suka, kudu dijalani.

Soal helm nggak ada syarat khusus merek dan jenis apa yang harus digunakan. Bebas-bebas aja. Kalau kamu punya jati diri sebagai cowok kalem pengguna matic, penikmat senja, bisa kok kamu pakai helm Cargloss dengan pet tanpa kaca.

Kalau kamu cuma punya helm TRX keluaran dari Honda, ya nggak apa-apa juga dipakai. Itu artinya kamu berpenampilan apa adanya. Nggak banyak gaya. Atau kamu lebih memilih helm ojol karena pekerjaan sebelumnya adalah menjadi mitra ojol, juga nggak apa-apa. Malah saya pribadi akan salut, helm ojol itu menandakan bahwa kamu pernah menjadi pejuang rupiah yang jarang pulang tepat waktu demi anak dan istri.

#5 Sepatu pelindung panas dan sandal buat hujan-hujanan

Pilihlah sepatu yang nyaman buat kamu pakai. Apapun itu jenisnya. Tapi yang pasti nggak perlu pakai sepatu pantofel. Kalau saya pribadi, sih, lebih memilih pakai sneaker. Sebab selain fungsinya melindungi dari sorotan matahari, sneaker yang ringan, dan nyaman akan membuat kita melangkah dengan cepat untuk keluar-masuk ke gang-gang kecil.

Di sini kecepatan langkah kaki adalah koentji agar bisa cepat juga balik ke motor yang ditinggalkan di pinggir jalan dengan perasaan was-was akibat motor nggak bisa masuk ke dalam gang kecil. Selain sepatu kita juga harus menyiapkan sandal jepit untuk dipakai pas hujan turun. Sepatunya disimpan di bagasi jok motor biar nggak basah, gitu.

#6 Sarung tangan anti belang

Tangan adalah anggota tubuh yang paling sering terjemur matahari pada saat berkendara. Sarung tangan akan menjadi penyelamat dari teriknya sinar matahari. Tangan kita nggak akan jadi gosong dan warna kulit nggak akan jadi belang jika dibandingkan dengan lengan tangan yang tertutup oleh jaket.

Memang terkesan ribet memegang handphone, paket, atau apapun itu kalau memakai sarung tangan. Tapi kita bisa memilih sarung tangan dengan model half finger. Atau kamu bisa membeli sarung tangan murah yang bahannya mirip kaos kaki, kemudian menggunting satu ruas jari khusus di bagian telunjuk dan ibu jari agar memudahkan kita saat mengoperasikan touch screen.

#7 Waist bag multi fungsi

Sebagai kurir kamu nggak perlu membawa tas punggung yang malah mempersempit ruang duduk di atas motor. Apalagi saat kondisi mengharuskan kamu ngangkut bertumpuk-tumpuk karung paket di jok belakang. Sungguh, bakalan ribet banget, deh.

Yang kamu perlukan adalah waist bag atau tas selempang kecil yang banyak kompartemennya. Fungsinya untuk menyimpan charger, dompet, handphone, power bank, dan juga uang COD. Selain itu juga bisa memisahkan kompartemen khusus uang COD dan khusus uang pribadi. Jangan dicampur-campur. Nanti malah bingung sendiri kalau tetiba uang COD malah minus. Padalah lupa kalau udah dipakai buat beli rokok Dalil. Wakakak~

Saya kira cukup tujuh item itu aja yang menjadi pokok utama starterpack kurir. Meskipun masih ada beberapa item pendukung lainnya yang sifatnya opsional.

Misalnya buff, masker, topi buat gantiin helm kalau leher dah pegal, dan jam tangan biar gampang  memantau jalannya waktu. Bisa juga ditambah headset bluetooth buat dengerin lagu Asmalaribasi – Soegi Bornean biar mood tetap terjaga saat menunggu buyer COD yang ngambil duitnya lama banget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s