Diary Abang Paket

Work Life Balance, Sebuah Kondisi yang Jauh Untuk Digapai

Masih ada tenaga untuk delivery malam 🙂 Di malam sebelum esok harinya saya libur bekerja, saat saya mengantar paket sekitar jam 20.00 WIB, saya mendapatkan pertanyaan ini, "Malem-malam masih ngirim paket, Mas?" "Iya, Pak. Ngabisin paket trip terakhir." "Trip terakhir jam berapa?" "Datang paket sekitar jam 17.00 sampai 19.00 udah paling telat." "Itu harus dikirim?"… Lanjutkan membaca Work Life Balance, Sebuah Kondisi yang Jauh Untuk Digapai

Diary Abang Paket

April, Bulan yang Sangat Melelahkan

Bulan April ini adalah bulan yang paling berat untuk saya lalui. Faktor utamanya adalah pekerjaan. Awal Ramadan ini marketplace digadang-gadang akan ada segudang promo Ramadhan. Benar saja, begitu masuk hari kedua Ramadhan load paket di staging tempat saya bekerja sudah mulai melimpah.  Saya masih optimis untuk bisa mengantar semua paket-paket jatah area saya. Sebab saya… Lanjutkan membaca April, Bulan yang Sangat Melelahkan

Diary Abang Paket

Pekerjaan Kurir Itu “My Paket My Adventure”, Nggak Bisa “Sat-Set, Beres”

Saya pernah mendengar baik secara langsung dan nggak langsung bahwa pekerjaan sebagai kurir itu enak. Kerjanya tinggal jalan bawa paket, nganterin dari satu rumah ke rumah lain. Kalau nggak ada orangnya ya tinggal lempar aja. Sat-set, sat-set, beres. Enak. Matamu... ...melemahkanku. Saat pertama kali ku lihatmu dan jujur, ku tak pernah merasa, Ku tak pernah… Lanjutkan membaca Pekerjaan Kurir Itu “My Paket My Adventure”, Nggak Bisa “Sat-Set, Beres”

Diary Abang Paket

Kamu siap? Siap, Pak! 

Seorang Recruiter saat sesi interview bertanya kepada saya, "Sebelumnya ada pengalaman jadi kurir?" "Ada, Pak, jadi kurir toko di Mangga Dua." Jawab saya dengan penuh percaya diri. "Tahu area mana aja?" "Dari Jakarta Barat, Timur, Selatan, sampai Utara udah pernah saya lewati, Pak." "Sistem delivery-nya gimana?" "Customer nelpon ke toko untuk order produk. Ada minimal… Lanjutkan membaca Kamu siap? Siap, Pak!